Close Menu
Terkini.co
  • Nasional
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Peristiwa
  • Polhukam

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Puan Berharap Tahun 2026 Memberi Kebaikan

January 13, 2026

Mitra Gojek Dapat Kemudahan Lewat Platform Bursa Kerja GoTo

December 18, 2025

Goto Bantu Mitra Driver Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatra

December 5, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Terkini.co
Login
  • Nasional
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Peristiwa
  • Polhukam
Terkini.co
Home»DPR»I Nyoman Parta: Pendidikan Adil dan Merata adalah Kunci Bangun Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik
DPR

I Nyoman Parta: Pendidikan Adil dan Merata adalah Kunci Bangun Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

RedaksiBy RedaksiDecember 7, 2024No Comments3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok menjadi perhatian serius Anggota Komisi X DPR RI I Nyoman Parta dalam kunjungannya bersama Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (6/12/2024). Ketimpangan ini, sebutnya, dinilai menghambat pemerataan kualitas pendidikan, yang seharusnya menjadi prioritas untuk menciptakan generasi muda yang berdaya di masa depan.


Dalam tinjauan langsung, dirinya menemukan bahwa sekolah di pelosok NTT menghadapi keterbatasan infrastruktur. Tidak adanya laboratorium, perpustakaan, dan bahkan fasilitas dasar seperti toilet yang layak menjadi catatan penting. Sementara itu, sekolah-sekolah di perkotaan sudah memiliki fasilitas lengkap dan mendukung proses belajar-mengajar secara maksimal.


“Ini adalah kesenjangan yang sangat mencolok. Ketika anak-anak di kota belajar di ruang ber-AC dengan laboratorium modern, anak-anak di pelosok bahkan harus membawa kursi sendiri karena ruang kelas yang ada tidak memadai,” ungkap Nyoman Parta.


Menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTT tahun 2023, sekitar 60 persen sekolah di wilayah pelosok masih kekurangan fasilitas dasar, sementara sekolah di wilayah perkotaan telah memenuhi 85 persen dari standar nasional pelayanan pendidikan.


Selain fasilitas, Nyoman Parta juga menyoroti distribusi guru yang tidak merata. Banyak sekolah di daerah terpencil kekurangan guru mata pelajaran penting seperti matematika dan sains. Beberapa sekolah bahkan hanya memiliki satu hingga dua guru untuk mengajar semua mata pelajaran.


“Ini menjadi tantangan serius. Bagaimana kita bisa berharap anak-anak di pelosok memiliki kompetensi yang sama dengan anak-anak di kota jika guru pun tidak tersedia?” katanya.


Pernyataannya ini dipertegas dengan adanya data Kemendikbudristek tahun 2023 yang menunjukkan bahwa perbandingan rasio guru terhadap siswa di kota adalah 1:20, sementara di pelosok, seperti di NTT bisa mencapai 1:40.


Oleh karena itu, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mendesak pemerintah untuk lebih serius menangani kesenjangan pendidikan ini. Ia pun mengusulkan agar alokasi anggaran harus diprioritaskan untuk membangun fasilitas yang layak di sekolah-sekolah pelosok.


Tidak hanya itu saja, ia mendorong agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memberikan insentif tambahan untuk guru yang bersedia mengajar di daerah terpencil. Ia pun mengajak masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan perawatan sekolah.


“Kita tidak bisa hanya membangun gedung di kota. Anak-anak di pelosok memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Pemerintah harus lebih fokus ke wilayah-wilayah yang selama ini terabaikan,” tegas Nyoman Parta.


Menutup pernyataannya, dirinya berharap pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto akan lebih sering turun ke daerah untuk melihat langsung realitas di lapangan. Baginya, pendidikan yang adil dan merata adalah kunci untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.


“Kesenjangan ini adalah masalah yang nyata. Tanpa tindakan konkret, anak-anak di pelosok akan terus tertinggal, dan ini adalah kegagalan kita sebagai bangsa,” pungkasnya. 

DPR Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKomisi VIII Harapkan Komunikasi Intens Antara Stakeholder dan Masyarakat, Hadapi Ancaman Bencana Alam di Sumut
Next Article Komisi VIII Komitmen Perjuangkan Transformasi Kelembagaan IAIN Menjadi UIN Sunan Kudus
Redaksi

Related Posts

Puan Berharap Tahun 2026 Memberi Kebaikan

January 13, 2026

Eddy Soeparno Ajak Anak Muda Dukung Kepemimpinan Prabowo Hadapi Krisis Iklim

September 8, 2025

Catatan Politik Bamsoet: Membarui Konstitusi Agar Negara Adaptif di Era AI-Post Truth

September 7, 2025
Berita Terkini

Puan Berharap Tahun 2026 Memberi Kebaikan

January 13, 20260 Views

Mitra Gojek Dapat Kemudahan Lewat Platform Bursa Kerja GoTo

December 18, 20250 Views

Goto Bantu Mitra Driver Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatra

December 5, 20253 Views

Hakim MK Arsul Sani Harus Mundur Jika Terbukti Pakai Ijazah Palsu

October 19, 20255 Views

Aktivis 98 Tampung Aspirasi Lewat Gerakan #WargaPeduliWarga

September 28, 20254 Views
© 2026 Terkini.co
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?