Close Menu
Terkini.co
  • Nasional
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Peristiwa
  • Polhukam

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPR Perlu Soroti Isu Publik dalam Seleksi Komisioner BPKN

September 11, 2026

Dari Adu Skill hingga Silaturahmi, RAP Sports Day 2026 Siap Semarakkan Jakarta

September 4, 2026

Satgas Galapana DPR Tinjau Langsung Kondisi Terdampak Gempa di Manggarai

August 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Terkini.co
Login
  • Nasional
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Peristiwa
  • Polhukam
Terkini.co
Home»Nasional»DPR Perlu Soroti Isu Publik dalam Seleksi Komisioner BPKN
Nasional

DPR Perlu Soroti Isu Publik dalam Seleksi Komisioner BPKN

RedaksiBy RedaksiSeptember 11, 2026No Comments3 Mins Read6 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

JAKARTA — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan DPR agar tidak mengabaikan berbagai isu yang menjadi perhatian publik dalam proses seleksi calon anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) periode 2027-2030.

Ketua YLKI Niti Emiliana mengatakan proses uji kelayakan dan kepatutan tidak cukup hanya mengukur kompetensi calon. Integritas, independensi, serta rekam jejak dalam menjalankan fungsi perlindungan konsumen juga harus menjadi pertimbangan penting.

“YLKI menghormati proses seleksi yang sedang berlangsung. Yang terpenting, calon komisioner BPKN harus memiliki kompetensi, integritas, independensi, dan rekam jejak yang baik dalam perlindungan konsumen,” kata Niti.

Menurut Niti, informasi atau persoalan yang telah menjadi perhatian publik, khususnya yang belum terselesaikan, perlu didalami dan diklarifikasi secara objektif. Hal itu penting agar proses seleksi menghasilkan figur yang benar-benar mampu menjalankan mandat perlindungan konsumen.

“Isu publik yang masih belum selesai perlu menjadi perhatian penilaian tersebut karena berkaitan dengan penilaian kinerja,” ujarnya.

Karena itu, YLKI berharap DPR tidak melewatkan isu-isu tersebut dalam proses seleksi. Pendalaman dan klarifikasi dinilai diperlukan agar keputusan terhadap calon komisioner benar-benar berbasis fakta.

“Apabila terdapat isu atau informasi yang menjadi perhatian publik, kami berharap DPR melakukan pendalaman dan klarifikasi secara objektif, transparan, dan berbasis fakta,” kata Niti.

Salah satu persoalan konsumen yang masih menjadi perhatian publik adalah pengembalian dana tiket konser DAY6 3RD WORLD TOUR IN JAKARTA 2025.

Dalam persoalan tersebut, sebanyak 1.079 konsumen dengan 1.078 tiket disebut masih menunggu pengembalian dana dengan nilai sekitar Rp4,6 miliar. Persoalan itu sebelumnya juga menjadi perhatian DPR melalui rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang menghadirkan sejumlah pihak, termasuk perwakilan konsumen dan unsur BPKN.

Dalam proses seleksi ini, sejumlah figur yang memiliki pengalaman di lingkungan BPKN juga kembali mengikuti seleksi calon anggota BPKN periode 2027-2030.

Niti menegaskan YLKI tidak bermaksud mencampuri proses seleksi. Namun, berbagai informasi yang menjadi perhatian publik dinilai tetap layak menjadi bahan evaluasi secara proporsional.

Menurut dia, proses seleksi komisioner harus menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan BPKN. Lembaga tersebut diharapkan semakin efektif dalam memperjuangkan hak-hak konsumen sekaligus mampu merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Harapannya bahwa ke depan ada transformasi kelembagaan BPKN yang semakin kuat, mampu memperjuangkan hak-hak konsumen, dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan konsumen,” tuturnya.

Selain penguatan kelembagaan, YLKI juga mendorong BPKN memperkuat komunikasi publik. Masyarakat, kata Niti, perlu mengetahui rekomendasi dan langkah advokasi yang dilakukan BPKN dalam menjalankan fungsi perlindungan konsumen.

“BPKN juga perlu memperkuat komunikasi publik agar masyarakat tahu rekomendasi dan advokasi BPKN,” katanya.

YLKI berharap proses seleksi di DPR tidak hanya menghasilkan komisioner yang memenuhi aspek kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, independensi, kredibilitas, serta rekam jejak yang kuat dalam memperjuangkan kepentingan konsumen.

“YLKI berharap BPKN ke depan semakin independen, kredibel, responsif dan benar-benar berorientasi pada kepentingan konsumen,” pungkas Niti.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDari Adu Skill hingga Silaturahmi, RAP Sports Day 2026 Siap Semarakkan Jakarta
Redaksi

Related Posts

Dari Adu Skill hingga Silaturahmi, RAP Sports Day 2026 Siap Semarakkan Jakarta

September 4, 2026

Satgas Galapana DPR Tinjau Langsung Kondisi Terdampak Gempa di Manggarai

August 16, 2026

BNI: Kedatangan Siswa PIP dengan Ambulans Bukan Atas Permintaan Petugas

July 24, 2026
Berita Terkini

DPR Perlu Soroti Isu Publik dalam Seleksi Komisioner BPKN

September 11, 20266 Views

Dari Adu Skill hingga Silaturahmi, RAP Sports Day 2026 Siap Semarakkan Jakarta

September 4, 202613 Views

Satgas Galapana DPR Tinjau Langsung Kondisi Terdampak Gempa di Manggarai

August 16, 20261 Views

BNI: Kedatangan Siswa PIP dengan Ambulans Bukan Atas Permintaan Petugas

July 24, 20260 Views

Anggota Panmus Terpilih Apartemen Gardenia Boulevard Soroti Dugaan Kejanggalan Voting

July 14, 202622 Views
© 2026 Terkini.co
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?