Close Menu
Terkini.co
  • Nasional
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Peristiwa
  • Polhukam

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Puan Berharap Tahun 2026 Memberi Kebaikan

January 13, 2026

Mitra Gojek Dapat Kemudahan Lewat Platform Bursa Kerja GoTo

December 18, 2025

Goto Bantu Mitra Driver Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatra

December 5, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Terkini.co
Login
  • Nasional
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Peristiwa
  • Polhukam
Terkini.co
Home»DPR»Program Makan Bergizi Gratis Dilaksanakan, Johan Rosihan Sampaikan Catatan
DPR

Program Makan Bergizi Gratis Dilaksanakan, Johan Rosihan Sampaikan Catatan

RedaksiBy RedaksiJanuary 7, 2025No Comments3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan./Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, memberikan sejumlah catatan strategis terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini menjadi salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Johan menekankan pentingnya menjadikan program ini sebagai katalisator untuk penguatan sektor pangan lokal dan kemandirian pangan nasional.

“Program makan bergizi gratis adalah langkah yang sangat positif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan. Namun, kita tidak boleh hanya fokus pada pelaksanaan jangka pendek. Program ini harus menjadi motor penggerak untuk memperkuat produksi pangan lokal dan mencapai swasembada pangan secara bertahap,” ujar Johan dalam keterangannya, Selasa (7/1/2025).

Johan juga mengungkapkan keprihatinannya atas ketergantungan pada impor bahan pangan, termasuk keputusan pemerintah mengimpor 200 ribu sapi dari Brasil untuk mendukung program ini. Menurutnya, ketergantungan tersebut memiliki dampak negatif, seperti tekanan pada anggaran negara dan risiko terhadap pasokan global.

“Fluktuasi harga global dapat membebani anggaran, apalagi jika nilai tukar rupiah melemah. Selain itu, gangguan rantai pasok internasional, seperti krisis pangan atau pembatasan ekspor dari negara lain, dapat mengancam keberlanjutan program. Ketergantungan pada impor adalah solusi instan yang tidak berkelanjutan,” tegas Johan.

Sebagai mitra kerja Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Johan menyampaikan beberapa rekomendasi strategis untuk memastikan program MBG mampu mendukung upaya swasembada pangan.

Pertama, penguatan produksi lokal. Johan meminta pemerintah memberikan perhatian khusus pada pengembangan sektor peternakan lokal melalui subsidi bagi peternak kecil, perbaikan distribusi pakan, dan fasilitasi peternakan modern berbasis komunitas. “Peternak lokal harus menjadi tulang punggung program ini,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.

Kedua, diversifikasi sumber protein. Johan mendorong produksi alternatif sumber protein seperti ikan, ayam, dan kambing untuk mengurangi ketergantungan pada sapi. “Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan dan peternakan unggas. Kita harus memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat,” tambahnya.

Ketiga, pembangunan infrastruktur dan teknologi. Johan menyoroti pentingnya pembangunan fasilitas seperti cold storage, sistem irigasi, dan fasilitas produksi pakan. Pemerintah juga perlu memperkenalkan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi peternakan.

Keempat, perlindungan pasar lokal. Johan meminta pemerintah melindungi peternak lokal dari dampak impor dengan kebijakan tarif dan kuota impor yang ketat. “Jangan biarkan pasar lokal kalah oleh produk impor. Peternak kita butuh dukungan nyata,” ujarnya.

Kelima, edukasi dan diversifikasi konsumsi. Johan mengusulkan kampanye edukasi untuk mendorong masyarakat mengonsumsi pangan lokal yang beragam, seperti ikan air tawar, ayam, dan hasil tani lainnya.

Johan menekankan bahwa program MBG harus menjadi bagian dari strategi besar menuju kemandirian pangan nasional. “Jika kita hanya mengandalkan impor, program ini akan menjadi pedang bermata dua: membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi melemahkan ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat memanfaatkan program ini sebagai momentum untuk membangun sistem pangan nasional yang kuat, berkelanjutan, dan mandiri. “Kita memiliki potensi besar dalam sumber daya manusia dan alam. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, saya yakin Indonesia bisa mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Johan.

DPR RI Indonesia MBG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAdies Kadir Apresiasi Penangan Kasus Narkoba dan Terorisme di Tahun 2024
Next Article Dukung MBG, Kurniasih: Sudah Ada Ekosistem dan Ahli Gizi yang Mendampingi
Redaksi

Related Posts

Puan Berharap Tahun 2026 Memberi Kebaikan

January 13, 2026

Eddy Soeparno Ajak Anak Muda Dukung Kepemimpinan Prabowo Hadapi Krisis Iklim

September 8, 2025

Catatan Politik Bamsoet: Membarui Konstitusi Agar Negara Adaptif di Era AI-Post Truth

September 7, 2025
Berita Terkini

Puan Berharap Tahun 2026 Memberi Kebaikan

January 13, 20260 Views

Mitra Gojek Dapat Kemudahan Lewat Platform Bursa Kerja GoTo

December 18, 20250 Views

Goto Bantu Mitra Driver Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatra

December 5, 20253 Views

Hakim MK Arsul Sani Harus Mundur Jika Terbukti Pakai Ijazah Palsu

October 19, 20255 Views

Aktivis 98 Tampung Aspirasi Lewat Gerakan #WargaPeduliWarga

September 28, 20254 Views
© 2026 Terkini.co
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?