Close Menu
Terkini.co
  • Nasional
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Peristiwa
  • Polhukam

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sambangi Gudang Bulog, Novita Wijayanti Tegaskan Kondisi Ketahanan Pangan Berkembang Positif

May 6, 2026

Pendapatan Rp139 Triliun, MIND ID Buktikan Hasil Hilirisasi

April 24, 2026

BP Batam Catat Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp17,4 Triliun

April 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Terkini.co
Login
  • Nasional
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Peristiwa
  • Polhukam
Terkini.co
Home»DPR»Darurat! Papua Kekurangan Guru, Pemerintah Harus Segera Hadirkan Pemerataan Pendidikan
DPR

Darurat! Papua Kekurangan Guru, Pemerintah Harus Segera Hadirkan Pemerataan Pendidikan

RedaksiBy RedaksiDecember 10, 2024No Comments2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menyoroti kurangnya tenaga pengajar di sekolah-sekolah Papua. Legislator Dapil Banten I ini pun meminta pemerintah segera penuhi kebutuhan guru ini, guna menghadirkan pendidikan yang merata di tanah Papua.

“Banyak sekolah-sekolah swasta justru kekurangan guru, sementara juga yang di negeri itu mereka juga menghadapi kekurangan. Saya pikir pemerintah harus segera melakukan rekrutmen terhadap tenaga-tenaga pengajar, dan yang terpenting lagi dari rekrutmen ini adalah pemerataan dari tenaga pengajar itu sendiri,” kata Bonnie pada politikparlemen.co di Kantor Gubernur Jayapura usai Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Jayapura, Papua, Senin (9/12/2024).

Pemerataan ini penting, kata Bonnie, mengingat letak geografis Papua yang dikelilingi pegunungan dan lembah. Sehingga, jika guru tidak merata di sekolah-sekolah, para siswa akan kesulitan untuk menuju akses pendidikan dan membuat partisipasi pendidikan menjadi rendah. “Ada beberapa daerah yang malah kemudian sekolahnya gak ada guru sama sekali,” sambungnya.

Lebih lanjut, menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini, Papua tidak boleh lagi  ditempatkan sebagai ‘dapurnya’ Indonesia, tapi harus di depan. Karena Papua, sambung Bonnie, adalah wajah Indonesia ke dunia khususnya di wilayah pasifik.

“Sehingga apapun yang dilakukan oleh pemerintah harus memberikan penanganan yang cukup khusus, misal alokasi dari KIP untuk mahasiswa mestinya juga lebih banyak, kemudian rekrutmen terhadap guru-guru juga harus lebih ditingkatkan lagi di Papua ini untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar,” pungkasnya.

DPR Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDerasnya Barang Impor, Standardisasi Produk UMKM Perlu Diperkuat Guna Dorong Daya Saing
Next Article Soroti Turunnya Anggaran Makan Bergizi Gratis, Bonnie Triyana: Perlu Perhatikan Inflasi
Redaksi

Related Posts

Sambangi Gudang Bulog, Novita Wijayanti Tegaskan Kondisi Ketahanan Pangan Berkembang Positif

May 6, 2026

Senator GKR Hemas Terima Penghargaan KWP Award 2026

April 23, 2026

KWP Award 2026 Jadi Pemacu Li Claudia Semangat Membangun Kota Batam

April 16, 2026
Berita Terkini

Sambangi Gudang Bulog, Novita Wijayanti Tegaskan Kondisi Ketahanan Pangan Berkembang Positif

May 6, 20262 Views

Pendapatan Rp139 Triliun, MIND ID Buktikan Hasil Hilirisasi

April 24, 20260 Views

BP Batam Catat Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp17,4 Triliun

April 23, 20260 Views

Senator GKR Hemas Terima Penghargaan KWP Award 2026

April 23, 20260 Views

KWP Award 2026 Jadi Pemacu Li Claudia Semangat Membangun Kota Batam

April 16, 20260 Views
© 2026 Terkini.co
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?